KONEKSI ANTAR MATERI

MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

 

Nama CGP           : Novi Dwi Sartika,S.Pd

Unit Kerja            : UPTD SD Negeri 24 Sungailiat Kab.Bangka

CGP                        : Angkatan 9

 

 

Pertanyaan Pemantik

 

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya:

“Mengajarkan anak untuk menghitung itu dengan baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Mengajari anak berhitung itu baik, tetapi mengajari mereka menghitung adalah yang terbaik).

Bob Talbert

Dari kutipan di atas, apa hubungannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Kutipan diatas sangat berhubungan dengan tugas saya sebagai pemimpin pembelajaran. selain mendidik kita juga membimbing dan mendampingi yang selalu fokus pada anak.dalam proses pembelajaran kita selalu dihadapkan dengan beragam permasalahan yang sering disebut dilema etika sehingga membuat kita harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan yang bijak agar proses pendidikan kita dalam mengutamakan proses perbaikan karakter berjalan efektif.

Pertanyaan #2

2

Diperlukan respons

Diperlukan respons

Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

nilai-nilai yang ada ketika kita akan membuat sebuah keputusan tentunya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merugikan pihak manapun lebih terfokus pada kebutuhan peserta didik,pastinya tetap memperhatikan nilai-nilai karakter pada peserta didik.

Pertanyaan #3

3

Diperlukan respons

Diperlukan respons

Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

pada saat membuat sebuah keputusan tentunya saya sebagai pembimbing dan pemimpin pembelajaran harus lebih mengutamakan atau memperhatikankebutuhan peserta didik agar dalam pembentukan karakter dan pembelajaran emosional yang terpadu pada pembelajaran diferensiasi dapat menjadi tahapan utama dalam sebuah proses pembelajaran, setiap proses pembelajaran PSE akan muncul dengan sendirinya melalui pendekatan emosional yang kita hadirkan pada setiap langkah pembelajaran secara efektif.

Pertanyaan #4

4

Diperlukan respons

Diperlukan respons

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? menjelaskan pendapat Anda.

Pendidikan adalah seni menjadikan manusia beretika.

Pendidikan adalah sebuah seni untuk menjadikan manusia berperilaku etis.

~George Wilhelm Friedrich Hegel~

kutipan tersebut sudah sangat jelas dan sesuai dengan tujuan pendidikan Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa serta berbudi luhur dan kaitannya dengan modul 3.1 bagaimana peran pemimpin pembelajaran yang memiliki peran besar ketika dalam membuat sebuah keputusan yang bijak yang lebih terfokus pada kebutuhan peserta didik.

 

            KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

1.     Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap triloka memiliki kaitan dengan standar pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi Ki Hajar Dewantara yang terkenal dan masih digunakan sebagai landasan Pendidikan adalah Ing Ngarso Sung Tulodho ( Seorang pempimpin harus mampu memberi tauladan ), Ing Madya Mangunkarsa ( seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dorongan,semangat dan motivasi dari tengah),Tut Wuri Handayani (seorang pemimpin harus mampu nmemberikan dorongan dari belakang ) dan ini artinya Guru adalah sosok nyata yang terlihat dimata anak-anak  yang harus selalu mampu mnajadi teladan,menjadi motivator,fasilitator serta sebagai squat terkuat bagi anak didiknya dalam memberi semangat mensupport dari belakang untuk kemajuan anak didiknya agar menjadi generasi yang beradab,berkarakter dalam menghadapi era digitalisasi,. Filosofi ini juga memliki makna yang sangat penting ketika kita akan mengambil sebuah Keputusan yang selalu berpihak pada siswanya agar menjadi seseorang yang yang cerdas dan beradab yang juga tercermin pada inti Pendidikan Profil Pelajar Pancasila yang tidak hanya terfokus pada subtansi kognitif pengetahuan saja namun tentunya hal yang juga utama pada nilai-nilai Kebajikan yang akan berlangsung terus menerus berproses serta tahapan demi tahapan pada pembelajaran pada setiap sebuah Keputusan serta proses dalam pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab. 

 

2.     Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh terhadap prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Dalam sebuah proses pengambilan Keputusan yang bijak dan bertanggung jawab yang saling berkaitan antara kompetensi kesadaran diri,pengelolaan diri,kesadaran sosial dan ketrampilan relationship akan menjadi faktor pendukung dalam merealisasikan sikap yang berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai teladan yang nyata dan motivator serta supporter yang nyata bagi anak didik kita dan prinsip ketika akan membuat sebuah keputusan,nilai-nilai Kebajikan yang tertanam pada diri kita juga akan mempengaruhi bagaimana cara kita ketika dalam mengambil sebuah Keputusan salah satunya kejujuran dan adil dalam mebuat setiap Keputusan.

3.     Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut sudah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada sebelumnya.

Pada saat melakukan tahapan pengambilan Keputusan proses Caoching sangat berpengaruh sekali bagaimana kita mengidentifikasi suatu permasalahan,ketrampilan Coaching dalam proses mendampingi serta menguji dalam suatu permasalahan benar-benar efektif dalam mengevaluasi Keputusan yang telah saya ambil,apakah Keputusan yang dibuat sudah berpihak kepada murid,sudahkah Keputusan itu sesuai dengan nilai-nilai Kebajikan,apakah Keputusan sudah adil dan tidak merugikan pihak manapun dan dapat dipertanggung jawabkan sebagai refleksi kedepannya,seorang guru harus mampu memetakan kebutuhan serta kondisi emosional dan sosial,melalui coaching sangat membantu ketika kita sebagai pemimpin pembelajaran dalam membuat Keputusan untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam membuat Keputusan yang tepat sehingga terciptanya lingkungan yang positif,kondusif,aman dan nyaman bagi peserta didik.

 

4.     Bagaiman kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Ketika dalam mengelola dan menyadari aspek emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu Keputusan khususnya dalam masalah dilema etika harus memperhatikan 4 paradigma dilema etika,3 prinsip dalam pengambilan Keputusan serta 9 tahapan dalam pengambilan Keputusan secara efektif yang harus memperhatikan kebutuhan peserta didik yang beragam namun tetap memfokuskan pada kebutuhan peserta didik,selain diperlukan beberapa 4 paradigma dilema etika,3 prinsip pengambilan Keputusan dan 9 tahapan dalam mengambil Keputusan harus memperhatikan aspek sosial dan emosional seperti kesadaran diri,ketrampilan berhubungan sosial. Sehingga dalam pengambilan Keputusan diharapkan dilakukan secara sadar penuh baik dalam sadar atas konsekuensi yang akan terjadi dan meminimalisirkan resiko dari Keputusan yang dibuat.

 

5.     Bagaimana pembahasan kajian kasus yang fokus pada masalah moral atau etika Kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengakaji fokus permasalahan pada moral atau etika harus bisa memahami perbedaan dari keduanya beserta paradigma dan bagaimana prinsip yang dipakai ketika dalam mengidentifikasi permasalahan dengan memperhatikan nilai-nilai Kebajikan seperti  Inovatif,Kolaboratif,mandiri dan reflektif yang dapat mendukung ketika dalam membuat Keputusan demi kepentingan orang banyak agar Keputusan yang dibuat tidak merugikan orang lain dan bisa dipertanggung jawabkan kedepannya sebagai bentuk refleksi dari Keputusan untuk perubahan yang lebih baik lagi. Jadi ketika dalam membuat sebuah Keputusan benar-benar harus banyak pertimbangan aspek sosial dan emosional serta nilai-nilai Kebajikan universal sehingga dalam pengujian sebuah Keputusan terkait permasalahan yang terjadi.


6.     Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yag positif, kondusif, aman dan nyaman?

Pengambilan Keputusan yang tepat pastinya akan berdampak pada lingkungan yang positif ,kondusif,aman dan nyaman dengan memperhatikan 4 paradigma dilema etika,3 prinsip dalam dilema etika dan 9 tahapan dalam pengambilan Keputusan, meskipun setiap Keputusan mempunyai konsekuensi dan resiko namun dengan menggunakan proses yang akurat melalui proses Analisa kasus yang cermat dan sesuai dengan 9 tahapan dalam pengambilan Keputusan akan memberikan dampak yang positif pada lingkungan sekolah.

 

7.     Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda dapat melakukan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah hubungannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang sering terjadi di lingkungan kerja saya terutama dalam kelas,yang terkait dengan kasus dilema etika terjadi ketika berhadapan dengan salah satu yang berkepentingan terhadap permasalahan misalnya orang tua siswa yang sering tidak bisa menerima fakta yang terjadi di lapangan tentang anaknya,sehingga kita harus melakukan pendekatan yang ekstra dan hati-hati dalam berbicara serta tidak ada dukungan dari pihak lain,perbedaan paradigma dalam melihat permasalahan serta prinsip-prinsip dari rekan atau kepala sekolah yang lebih menonjolkan prinsip berbasis aturan dan Sebagian  lagi lebih mengedepankan berpikir rasa peduli,kesulitan lainnya dalam bentuk komunikasi hasil Keputusan pada praktisi dan pihak terkait.

 

 

8.     Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Sebagai pemimpin pembelajaran melalui modul 3.1 ini sangat membantu saya dalam memahami tentang prosedur yang akurat dengan 9 tahapan,dan 4 paradigma,3 prinsip sangat membantu  saya ketika menghadapi kasus dilema etika dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik,sehingga saya dapat membuat Keputusan yang bijak dan adil bagi semuanya dan memperhatikan kebutuhan peserta didik,jadi sebelum membuat Keputusan harus memetakan kebutuhan peserta didik dan mengidentifikasi permasalahan dan pihak-pihak yang berkepentingan dari permasalahan yang terjadi,melalui 9 tahapan pemutusan sebuah Keputusan akan menghasilkan sebuah Keputusan yang bijak tanpa merugikan peserta didik dan bisa mempengaruhi proses pembelajaran yang efektif dengan lingkungan belajar yang nyaman.

9.     Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil Keputusan harus memperhatikan pemetaan kebutuhan peserta didik dan mengidentifikasi permasalahan dengan mengikuti prosedur yang akurat dari 4 paradigma dilema etika,3 prinsip pengambilan Keputusan,dan 9 tahapan dalam pengambilan Keputusan. Serta ketika dalam mengambil Keputusan harus berhati-hati dan bijak agar hasil Keputusan akhir  Keputusan berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan peserta didik .

 

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir dari modul ini yaitu pentingnya peranan guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam membuat sebuah Keputusan yang mengutamakan atau memperhatikan pengaruh atau dampak pada peserta didik jadi lebih melihat prosedur yang akurat, sesuai dengan 4 paradigma dilema etika,3 prinsip pengambilan Keputusan dan 9 tahapan dalam membuat sebuah Keputusan yang bijak dan adi serta dapat dipertanggung jawabkan dan di uji kelayakan keputusannya pada refleksi Keputusan.

 

11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan semangat moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal baru menurut Anda diluar dugaan?

Pengertian atau konsep Dilema etika itu sendiri adalah  terdapat 2 nilai Kebajikan yang bertentangan atau sering disebut juga dengan benar lawan benar sedangkan bujukan moral adalah berkaitan dengan sebuah Keputusan benar atau salah. Meskipun  terkesan benar melawan benar sehingga diperlukan sikap ketelitian dalam mengidentifikasi sebuah permasalahan apakah termasuk dilema etika atau bujukan moral.

 

 

12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi dilema moral? Bilamana pernah, apa bedanya dengan yang anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, tanpa saya sadari saya telah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi dilema etika, hanya saja saya belum menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah mengukur keputusan. Hanya saja langkah-langkah pengambilan dan pengukuran keputusan belum dilakukan secara berurutan.

 

13. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat anda, perubahan apa yang terjadi pada cara anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak yang sangat positif tentunya saya dapatkan setelah mempelajari modul ini, dengan mempelajari modul ini saya mampu mengidentifikasi antara dilema dan etika moral, dan tentunya mampu untuk mengatasinya. menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengukuran keputusan dengan langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan dilakukan secara berurutan dan tepat. Dan saya berencana untuk terus berlatih dalam mempraktekkan ketika menemukan permasalahan dengan 9 langkah pengambilan dan penguji Keputusan agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan rapi dan terurut,serta bisa membuat sebuah Keputusan yang berkepentingan untuk murid.

 

14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Menurut saya sangat penting bagi saya dalam mempelajari modul 3.1 ini karena sangat membantu dalam berlatih untuk dipraktekkan pada pengambilan Keputusan yang efektif dan benar,selain itu juga saya bisa membedakan dan mengindentifikasi setiap permasalahan yang terjadi sehingga  dapat menemukan Solusi atau Keputusan yang tepat dan bijak dalam menyelesaikan masalah.

 

Komentar